Skip to content

Workflow 2: Analisis Faktor Risiko Penyakit Jantung ​

Workflow ini menganalisis hubungan antara faktor antropometri, gaya hidup, dan kondisi klinis dengan insiden penyakit kardiovaskular. Data masukan berasal dari dataset yang telah dibersihkan pada Workflow 1.

Tujuan Analisis ​

Workflow 2 memiliki tiga tujuan utama:

  1. Menganalisis hubungan antara Body Mass Index (BMI) dan insiden kardiovaskular.
  2. Menganalisis pola aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol pada pasien berusia lebih dari 40 tahun.
  3. Menganalisis pola risiko berdasarkan kombinasi kadar kolesterol dan glukosa.

Hasil analisis menunjukkan pola pada data observasional. Hasil ini tidak dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat klinis.

Ringkasan Workflow ​

KomponenNilai
Dataset masukan/cardiovascular/dataCardiovascular/cardiovascularClean
Sumber datasetHasil cleansing Workflow 1
Lokasi workflowProject cardiovascular -> cardiovascularAnalysis.csd
EngineHGrid247 DE Web dengan Cascading/Hadoop MapReduce
Jumlah cabang3 cabang analisis paralel

Output Sink ​

CabangOutput path
BMI/cardiovascular/dataCardiovascular/BMI
Lifestyle/cardiovascular/dataCardiovascular/LifeStyle
Clinical Risk/cardiovascular/dataCardiovascular/ClinicalRisk

Prasyarat ​

  • Dataset cardiovascularClean dari Workflow 1 sudah tersedia di HDFS.
  • Project cardiovascular dapat diakses pada HGrid DE Web.
  • Folder output dapat dibuat atau ditulis oleh pengguna workflow.
  • Untuk proses eksekusi, pengguna memiliki akses ke menu Generate, Run Workflow, Job Management, dan HDFS Browser.

Membangun Workflow ​

1. Membuat Workflow Baru ​

  1. Buka HGrid DE Web: https://hgridde.labs247.id/app/.

  2. Klik New Workflow pada toolbar utama.

    Dialog New Workflow

  3. Pada dialog Create New Workflow, pilih Existing Project.

  4. Pilih project cardiovascular.

  5. Masukkan nama workflow cardiovascularAnalysis, lalu klik OK.

    Create New Workflow

  6. Pastikan kanvas kosong untuk cardiovascularAnalysis.csd berhasil dibuat di dalam project cardiovascular.

    Kanvas workflow baru

2. Menambahkan Sumber Data ​

  1. Drag and drop node HfsSource dari palet Source ke kanvas.

    Menambahkan HfsSource

  2. Double-click node HfsSource, lalu klik Search.

    Konfigurasi HfsSource

  3. Masukkan input path berikut:

    text
    /cardiovascular/dataCardiovascular/cardiovascularClean

    Input path HfsSource

  4. Pilih hdfs:// pada Default File System.

    Dataset hasil cleansing tersimpan sebagai partisi terdistribusi pada HDFS, bukan sebagai satu file lokal. Penggunaan hdfs:// memungkinkan engine HGrid membaca dan memproses seluruh partisi dari cluster secara paralel.

    Default File System

  5. Periksa konfigurasi, pastikan nilainya sesuai, lalu klik OK.

    Konfirmasi HfsSource

3. Menyiapkan Transformasi dan Percabangan ​

  1. Drag and drop node Transformator dari palet Assembly ke kanvas. Node tersebut menjadi Transformator_1.

    Menambahkan Transformator

  2. Hubungkan HfsSource_1 ke Transformator_1.

    Menghubungkan HfsSource

  3. Double-click Transformator_1, lalu tambahkan operasi RegexSplitter dengan delimiter \\t atau tab. Hasil HFS Sink Workflow 1 harus menggunakan delimiter yang sama.

    Konfigurasi RegexSplitter

  4. Deklarasikan 13 field output berikut, lalu klik Link to all output fields:

    id, age, gender, height, weight, ap_hi, ap_lo, cholesterol, gluc, smoke, alco, active, dan cardio.

    Field output

  5. Gambar di atas menunjukkan tipe awal hasil parsing. Ubah tipe data field sebagai berikut sebelum menghubungkan cabang: id, age, ap_hi, ap_lo, cholesterol, gluc, smoke, alco, active, dan cardio menjadi Integer; height dan weight menjadi Double; gender tetap String. Tipe Double untuk tinggi dan berat memastikan perhitungan BMI menggunakan nilai desimal. Field numerik lainnya diperlukan untuk filter dan agregasi.

    Tipe data field

  6. Drag and drop PipeSplitter dari palet Assembly ke kanvas. Node tersebut menjadi PipeSplitter_1.

  7. Hubungkan Transformator_1 ke PipeSplitter_1.

    PipeSplitter membagi satu aliran data menjadi tiga cabang analisis yang dapat diproses secara independen.

    Menambahkan PipeSplitterMenghubungkan PipeSplitter

4. Cabang 1: Analisis BMI ​

4.1 Menghitung BMI ​

  1. Drag and drop Transformator ke kanvas sebagai Transformator_2.

  2. Hubungkan PipeSplitter_1 ke Transformator_2.

    Menambahkan Transformator BMI

  3. Double-click Transformator_2.

  4. Tambahkan field bmi bertipe Double pada OutputRecord melalui Add Output Field(s). Teruskan juga semua field input yang diperlukan pada output Transformator, termasuk cardio untuk agregasi berikutnya.

    Menambahkan field bmiKonfirmasi field bmi

  5. Tambahkan operasi Calculation dengan ekspresi berikut:

    text
     weight / ((height / 100.0) * (height / 100.0))

Ekspresi tersebut menghitung BMI menggunakan berat badan dalam kilogram dan tinggi badan dalam sentimeter. Konstanta 100.0 memastikan konversi tinggi memakai pembagian desimal, bukan pembagian integer.

Konfigurasi Calculation BMIEkspresi BMI

  1. Setelah Calculation dikonfigurasi, hubungkan hasil Calculation langsung ke field output bmi tanpa menghubungkannya ke input lain.

    Output Calculation BMI

4.2 Mengelompokkan Kategori BMI ​

  1. Drag and drop Transformator kedua ke kanvas sebagai Transformator_3.

  2. Hubungkan Transformator_2 ke Transformator_3.

    Menambahkan Transformator kategori BMI

  3. Double-click Transformator_3.

  4. Teruskan field input yang diperlukan, termasuk bmi dan cardio, lalu tambahkan field bmi_category bertipe String pada OutputRecord.

  5. Tambahkan operasi SwitchCase untuk mengelompokkan BMI:

    KondisiNilai kategori
    bmi < 18.5Thin
    bmi < 25Normal
    Selain dua kondisi tersebutObesity sebagai nilai default (BMI = 25)

    Obesity di sini adalah label operasional untuk kelompok BMI = 25 pada analisis ini, bukan diagnosis klinis individual.

    Konfigurasi SwitchCase BMIField kategori BMI

  6. Double-click SwitchCase, lalu klik Add row.

    Menambahkan kondisi SwitchCase

  7. Pada Conditional Dialog, isi field, operation, value, dan constant value. Buat kondisi untuk bmi < 18.5 dan bmi < 25.

    Conditional Dialog BMI

  8. Masukkan Obesity pada Return Expression untuk nilai default, tanpa menambahkannya sebagai kondisi baru.

    Nilai default BMI

  9. Hubungkan output SwitchCase ke field bmi_category.

    Output kategori BMI

4.3 Mengagregasi Hasil BMI ​

  1. Drag and drop GroupBy sebagai GroupBy_1.

  2. Hubungkan Transformator_3 ke GroupBy_1.

  3. Atur bmi_category sebagai group field.

    Menambahkan GroupBy BMIKonfigurasi GroupBy BMI

  4. Drag and drop Aggregator sebagai Aggregator_1 dan hubungkan dari GroupBy_1.

    Menambahkan Aggregator BMI

  5. Pada konfigurasi Aggregator:

    • Hubungkan red line untuk bmi_category.
    • Tambahkan ConditionSum(cardio=1) sebagai cardio_count.
    • Tambahkan Count sebagai total_count.
    • Jika field belum tersedia, tambahkan cardio_count dan total_count melalui Output Record -> Add Output Field(s).

    Konfigurasi Aggregator BMI

  6. Drag and drop Transformator sebagai Transformator_4 dan hubungkan dari Aggregator_1. Teruskan bmi_category, cardio_count, dan total_count pada output sebelum menambahkan cardio_pct.

    Menambahkan Transformator hasil BMI

  7. Tambahkan operasi Calculation untuk menghitung persentase kasus kardiovaskular berdasarkan cardio_count dan total_count.

    Konfigurasi persentase BMI

  8. Tambahkan field output cardio_pct bertipe Double.

    Field cardio_pct BMI

  9. Hubungkan Calculation ke field cardio_pct. Gunakan ekspresi (cardio_count * 100.0) / total_count agar pembagian menghasilkan nilai desimal.

    Output cardio_pct BMI

  10. Drag and drop HfsSink sebagai HfsSink_1, lalu hubungkan dari Transformator_4.

  11. Atur output path ke /cardiovascular/dataCardiovascular/BMI dan gunakan SinkMode REPLACE.

Menambahkan HfsSink BMIKonfigurasi HfsSink BMI

5. Cabang 2: Analisis Lifestyle ​

  1. Drag and drop Filter sebagai Filter_1.

  2. Hubungkan PipeSplitter_1 ke Filter_1.

    Menambahkan Filter Lifestyle

  3. Double-click Filter_1, lalu buat satu baris predikat:

    • Field: age
    • Operator: greater_than
    • Nilai: 40

    Gunakan satu baris predikat agar konfigurasi tetap kompatibel dengan engine Cascading MapReduce.

    Konfigurasi Filter Lifestyle

  4. Drag and drop GroupBy sebagai GroupBy_2 dan hubungkan dari Filter_1.

    Menambahkan GroupBy Lifestyle

  5. Atur kombinasi field gaya hidup berikut sebagai group fields:

    smoke, alco, dan active.

    Konfigurasi GroupBy Lifestyle

  6. Drag and drop Aggregator sebagai Aggregator_2, lalu hubungkan dari GroupBy_2.

    Menambahkan Aggregator Lifestyle

  7. Pada konfigurasi Aggregator:

    • Hubungkan red line untuk smoke, alco, dan active.
    • Tambahkan ConditionSum(cardio=1) sebagai cardio_count.
    • Tambahkan Count sebagai total_count.

    Konfigurasi Aggregator Lifestyle

  8. Drag and drop Transformator sebagai Transformator_5 dan hubungkan dari Aggregator_2. Teruskan field smoke, alco, active, cardio_count, dan total_count pada output.

    Menambahkan Transformator Lifestyle

  9. Tambahkan field output cardio_pct bertipe Double, lalu tambahkan Calculation dengan ekspresi berikut:

    text
    (cardio_count * 100.0) / total_count

    Calculation Lifestyle

  10. Drag and drop HfsSink sebagai HfsSink_2, lalu hubungkan dari Transformator_5.

Menambahkan HfsSink Lifestyle

  1. Atur output path ke /cardiovascular/dataCardiovascular/LifeStyle dan gunakan SinkMode REPLACE.

Konfigurasi HfsSink Lifestyle

6. Cabang 3: Risiko Klinis ​

  1. Drag and drop GroupBy sebagai GroupBy_3 dan hubungkan dari PipeSplitter_1.

    Menambahkan GroupBy risiko klinis

  2. Atur cholesterol dan gluc sebagai group fields.

    Konfigurasi GroupBy risiko klinis

  3. Drag and drop Aggregator sebagai Aggregator_3, lalu hubungkan dari GroupBy_3.

    Menambahkan Aggregator risiko klinis

  4. Pada konfigurasi Aggregator:

    • Hubungkan red line untuk cholesterol dan gluc.
    • Tambahkan Avg(ap_hi) sebagai avg_ap_hi.
    • Tambahkan Avg(ap_lo) sebagai avg_ap_lo.
    • Tambahkan ConditionSum(cardio=1) sebagai cardio_count.
    • Tambahkan Count sebagai total_count.

    Konfigurasi Aggregator risiko klinis

  5. Drag and drop Transformator sebagai Transformator_6 dan hubungkan dari Aggregator_3. Teruskan cholesterol, gluc, avg_ap_hi, avg_ap_lo, cardio_count, dan total_count pada output.

    Menambahkan Transformator risiko klinis

  6. Tambahkan field output cardio_pct bertipe Double, lalu tambahkan Calculation dengan ekspresi berikut:

    text
    (cardio_count * 100.0) / total_count

    Calculation risiko klinis

  7. Drag and drop HfsSink sebagai HfsSink_3, lalu hubungkan dari Transformator_6.

    Menambahkan HfsSink risiko klinis

  8. Atur output path ke /cardiovascular/dataCardiovascular/ClinicalRisk dan gunakan SinkMode REPLACE.

    Konfigurasi HfsSink risiko klinis

7. Menyimpan dan Menjalankan Workflow ​

  1. Periksa kanvas keseluruhan. Workflow terdiri atas 18 node dan 17 koneksi pipa.

  2. Klik Save pada toolbar untuk menyimpan struktur workflow ke server HGrid DE.

    Kanvas keseluruhan Workflow 2

  3. Klik Generate untuk membangun executable Hadoop MapReduce JAR.

  4. Klik Run Workflow untuk menjalankan pipeline.

    Generate dan Run Workflow

  5. Pantau riwayat eksekusi melalui Tools -> Job Management sampai seluruh task berstatus SUCCESS.

    Job Management

  6. Buka Tools -> HDFS Browser untuk memverifikasi bahwa ketiga direktori output sudah dibuat dan berisi partisi hasil agregasi:

    • /cardiovascular/dataCardiovascular/BMI
    • /cardiovascular/dataCardiovascular/LifeStyle
    • /cardiovascular/dataCardiovascular/ClinicalRisk

    Verifikasi output HDFS

Penjelasan Data dan Metode ​

Sumber Data ​

Data masukan adalah dataset cardiovascular yang telah dibersihkan pada Workflow 1. Dataset tersebut disimpan sebagai partisi field-delimited di HDFS dan digunakan sebagai sumber untuk tiga cabang analisis pada Workflow 2. Pastikan delimiter keluaran Workflow 1 berupa tab (\\t), sesuai dengan RegexSplitter pada Workflow 2.

Karakteristik data hasil cleansing yang relevan untuk Workflow 2:

  • ap_hi dipertahankan pada rentang 1 sampai 250.
  • ap_lo dipertahankan pada rentang 1 sampai 149.
  • age dinyatakan dalam tahun bulat, hasil pembagian integer age dalam hari dengan 365; bagian pecahan dipotong.
  • gender tersedia dalam format teks, yaitu wanita atau pria.
  • Tinggi dan berat badan tidak difilter berdasarkan rentang pada Workflow 1.
  • Nilai tekanan darah di luar rentang tersebut telah dikeluarkan pada Workflow 1.

Jumlah 68.899 pada tabel hasil merupakan jumlah record setelah filter tekanan darah pada dataset referensi ini. Jumlah tersebut juga menjadi pemeriksaan silang untuk cabang BMI dan Clinical Risk.

Field yang Digunakan ​

Dataset memiliki 13 field berikut:

FieldTipe dataDeskripsi
idIntegerIdentifier unik pasien
ageIntegerUsia pasien dalam tahun bulat
genderStringJenis kelamin pasien (wanita/pria)
heightInteger atau DoubleTinggi badan dalam sentimeter
weightDoubleBerat badan dalam kilogram
ap_hiIntegerTekanan darah sistolik
ap_loIntegerTekanan darah diastolik
cholesterolIntegerLevel kolesterol
glucIntegerLevel glukosa
smokeIntegerStatus merokok
alcoIntegerStatus konsumsi alkohol
activeIntegerStatus aktivitas fisik
cardioIntegerLabel insiden penyakit kardiovaskular

Metode Tiap Cabang ​

Cabang BMI ​

Cabang BMI menggunakan weight dan height untuk menghitung BMI:

text
BMI = weight / ((height / 100.0) ^ 2)

Nilai BMI dikelompokkan menjadi Thin (bmi < 18.5), Normal (18.5 = bmi < 25), dan Obesity (bmi = 25). Obesity merupakan label operasional yang digunakan workflow, bukan diagnosis klinis individual. Setiap kategori kemudian diagregasi untuk menghitung jumlah pasien dengan cardio=1, jumlah seluruh pasien, dan persentase kasus kardiovaskular. Gunakan pembagian desimal untuk perhitungan BMI dan persentase.

Cabang Lifestyle ​

Cabang Lifestyle memfilter pasien dengan nilai age tahun bulat lebih dari 40, kemudian mengelompokkan data berdasarkan kombinasi smoke, alco, dan active. Karena umur pada WF1 dibulatkan dengan pemotongan bagian pecahan, batas ini berarti age > 40 pada nilai integer hasil konversi. Hasil agregasi digunakan untuk menghitung persentase kasus kardiovaskular pada setiap profil gaya hidup.

Cabang Clinical Risk ​

Cabang Clinical Risk mengelompokkan pasien berdasarkan kombinasi cholesterol dan gluc. Agregasi menghitung rata-rata ap_hi, rata-rata ap_lo, jumlah kasus cardio=1, jumlah seluruh pasien, dan persentase kasus kardiovaskular pada setiap kombinasi biomarker.

Diagram keseluruhan Workflow 2 dengan tiga cabang analisis

Hasil Analisis dan Insight ​

Ringkasan Hasil ​

Analisis terhadap 68.899 pasien menunjukkan beberapa pola utama:

Catatan pembaruan hasil: angka dan visualisasi di bawah adalah hasil run referensi yang sudah ada. Setelah menerapkan tipe data numerik dan batas kategori BMI <25 pada workflow, jalankan ulang WF2 dan verifikasi kembali tabel, insight, serta visualisasi karena kategori di dekat ambang BMI dapat berubah.

  • Kategori Obesity mencakup 63,50% kohort dan memiliki prevalensi kasus kardiovaskular 55,38%, dibandingkan 39,52% pada kategori Normal.
  • Pada kelompok berusia lebih dari 40 tahun, kelompok aktif memiliki prevalensi yang lebih rendah daripada kelompok inaktif pada seluruh kombinasi status merokok dan konsumsi alkohol yang tersedia pada output.
  • Kombinasi kolesterol level 3 memiliki prevalensi kasus kardiovaskular tertinggi pada beberapa kelompok glukosa, dengan nilai tertinggi 81,99% ketika glukosa berada pada level 1.

Angka-angka tersebut menggambarkan perbedaan prevalensi antarkelompok. Angka tersebut tidak boleh ditafsirkan sebagai bukti bahwa satu faktor secara langsung menyebabkan penyakit.

Executive dashboard multi-cabang

Cabang 1: BMI dan Insiden Kardiovaskular ​

Tabel Output BMI ​

bmi_categorycardio_counttotal_countcardio_pct
Normal9.68824.51439,52%
Obesity24.22743.74855,38%
Thin17463727,32%

Rincian Proporsi Kohort ​

Kategori BMIRentang BMIKasus sehat (0)Kasus cardio (1)Total pasienProporsi kohortPrevalensi cardio
Thin< 18.54631746370,92%27,32%
Normal18.5 = BMI < 2514.8269.68824.51435,58%39,52%
ObesityBMI = 2519.52124.22743.74863,50%55,38%
TotalSemua pasien34.81034.08968.899100,00%49,48%

Visualisasi BMI

Insight:

  • Prevalensi meningkat dari Thin (27,32%) ke Normal (39,52%), lalu ke Obesity (55,38%).
  • Kategori Obesity merupakan kelompok terbesar, yaitu 43.748 pasien atau 63,50% kohort.
  • Perbedaan prevalensi antara Obesity dan Normal adalah sekitar 15,86 poin persentase. Dalam data ini, prevalensi pada kategori Obesity sekitar 40,1% lebih tinggi secara relatif dibandingkan kategori Normal.

Cabang 2: Gaya Hidup dan Aktivitas Fisik ​

Filter cabang ini menggunakan pasien berusia lebih dari 40 tahun. Total kohort yang dianalisis adalah 67.134 pasien.

Tabel Output Lifestyle ​

smokealcoactivecardio_counttotal_countcardio_pct
0006.42911.95753,77%
00123.49747.49449,47%
10039170155,78%
1011.6183.42347,27%
01015128752,61%
0117991.52952,26%
11015127055,93%
1116321.47342,91%

Profil Gaya Hidup ​

ProfilRokokAlkoholAktivitasKasus sehatKasus cardioTotal pasienPrevalensi cardio
Non-smoker / abstainerTidakTidakInaktif5.5286.42911.95753,77%
Non-smoker / abstainerTidakTidakAktif23.99723.49747.49449,47%
Smoker onlyYaTidakInaktif31039170155,78%
Smoker onlyYaTidakAktif1.8051.6183.42347,27%
Alcohol onlyTidakYaInaktif13615128752,61%
Alcohol onlyTidakYaAktif7307991.52952,26%
Smoker + alcoholYaYaInaktif11915127055,93%
Smoker + alcoholYaYaAktif8416321.47342,91%
Total kohort (>40)---33.46633.66867.13450,15%

Visualisasi Lifestyle

Insight:

  • Pada setiap kombinasi gaya hidup di output ini, kelompok active=1 memiliki prevalensi yang lebih rendah daripada kelompok active=0.
  • Perbedaan terbesar terlihat pada kelompok perokok sekaligus peminum alkohol, yaitu 55,93% pada kelompok inaktif dan 42,91% pada kelompok aktif, dengan selisih 13,02 poin persentase.
  • Pada kelompok tanpa rokok dan alkohol, prevalensi sebesar 49,47% pada kelompok aktif dibandingkan 53,77% pada kelompok inaktif, dengan selisih 4,30 poin persentase.
  • Perbedaan antarkelompok menunjukkan pola yang konsisten pada dataset, tetapi belum mengendalikan faktor perancu atau membuktikan efek kausal aktivitas fisik.

Cabang 3: Risiko Klinis ​

Tabel Output Risiko Klinis ​

Output cabang ini juga memuat avg_ap_hi dan avg_ap_lo; tabel ringkasan berikut menampilkan jumlah pasien dan prevalensi.

cholesterolgluccardio_counttotal_countcardio_pct
1120.65348.01043,02%
121.1802.20453,54%
136741.46845,91%
213.9406.58159,87%
221.4032.37759,02%
2322237159,84%
313.2683.98681,99%
3240850281,27%
332.3413.40068,85%

Profil Biomarker ​

Status kolesterolStatus glukosaKasus sehatKasus cardioTotal pasienProporsi kohortPrevalensi cardio
Normal (1)Normal (1)27.35720.65348.01069,68%43,02%
Normal (1)Di atas normal (2)1.0241.1802.2043,20%53,54%
Normal (1)Sangat tinggi (3)7946741.4682,13%45,91%
Di atas normal (2)Normal (1)2.6413.9406.5819,55%59,87%
Di atas normal (2)Di atas normal (2)9741.4032.3773,45%59,02%
Di atas normal (2)Sangat tinggi (3)1492223710,54%59,84%
Sangat tinggi (3)Normal (1)7183.2683.9865,79%81,99%
Sangat tinggi (3)Di atas normal (2)944085020,73%81,27%
Sangat tinggi (3)Sangat tinggi (3)1.0592.3413.4004,93%68,85%
Total populasi-34.81034.08968.899100,00%49,48%

Visualisasi risiko klinis

Insight:

  • Kombinasi kolesterol level 3 dan glukosa level 1 memiliki prevalensi tertinggi pada tabel, yaitu 81,99%.
  • Ketiga kombinasi dengan kolesterol level 3 memiliki prevalensi di atas 68%, sedangkan kombinasi kolesterol level 1 dan glukosa level 1 memiliki prevalensi 43,02%.
  • Kelompok kolesterol normal dan glukosa normal merupakan kelompok terbesar, yaitu 48.010 pasien atau 69,68% kohort.
  • Perbedaan prevalensi antarkombinasi biomarker dapat digunakan untuk eksplorasi lebih lanjut, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan hubungan kausal atau menentukan terapi klinis.

Ringkasan Profil Risiko ​

Profil pada dataBiomarker dan gaya hidupRentang prevalensi cardioInterpretasi deskriptif
Lebih rendah pada outputBMI Thin/Normal, aktif, atau biomarker normal27,32% - 49,47%Kelompok dengan prevalensi lebih rendah pada hasil agregasi
Menengah pada outputBMI Obesity atau usia >40 tahun dengan gaya hidup inaktif49,47% - 55,93%Kelompok dengan prevalensi menengah hingga tinggi
Tinggi pada outputKolesterol level 259,02% - 59,87%Kelompok dengan prevalensi lebih tinggi dibanding kolesterol level 1
Paling tinggi pada outputKolesterol level 368,85% - 81,99%Kelompok dengan prevalensi tertinggi pada beberapa kombinasi

Catatan Istilah ​

  • cardio_count: jumlah pasien dengan nilai cardio=1 pada suatu kelompok.
  • total_count: jumlah seluruh pasien pada suatu kelompok.
  • cardio_pct: persentase cardio_count terhadap total_count.
  • Komorbiditas: keberadaan dua atau lebih penyakit atau kondisi kesehatan pada waktu yang sama.